kata mutiara

" Saat anda tulus mencinta, anda senantiasa mencintainya walau sudah berpisah. bila tidak, anda memanglah dari awal tidak mencintainya."

Kamis, 27 Desember 2012

TUGAS 4

KALIMAT EFEKTIF DAN TIDAK EFEKTIF


Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulis yang memiliki sekurang-kurangnya subjek dan predikat. Bagi seorang pendengar atau pembaca, kalimat adalah kesatuan kata yang mengandung makna atau pikiran. Sedangkan bagi penutur atau penulis, kalimat adalah satu kesatuan pikiran atau makna yang diungkapkan dalam kesatuan kata.

Efektif mengandung pengertian tepat guna, artinya sesuatu akan berguna jika dipakai pada sasaran yang tepat. Pengertian edektif dalam kalimat adalah ketepatan penggunaan kalimat dan ragam bahasa tertentu dalam situasi kebahasaan tertentu pula.

Kalimat dikatakan efektif apabila berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau penulis. Untuk itu penyampaian harus memenuhi syarat sebagai kalimat yang baik, yaitu strukturnya benar, pilihan katanya tepat, hubungan antarbagiannya logis, dan ejaannya pun harus benar.


Contoh Kalimat Efektif dan Tidak Efektif :

kalimat tidak efektif : Sungguh sangat benar-benar malang nasib anak itu.
kalimat efektif : Sungguh sangat malang nasib anak itu.

kalimat tidak efektif : Kemarin banyak para karyawan yang melakukan demonstrasi.
kalimat efektif : Kemarin banyak karyawan yang melakukan demonstrasi.

kalimat tidak efektif : Kedua kapten dari masing-masing tim saling bertatap-tatapan.
kalimat efektif : Kedua kapten dari masing-masing tim saling bertatapan.

kalimat tidak efektif : Semua orang tau bahwa makhluk hidup pasti mati.
kalimat efektif : Semua orang tahu bahwa makhluk hidup pasti mati.

kalimat tidak efektif : Motor yang diparkir yang di ujung itu miliknya.
kalimat efektif : Motor yang di parkir di ujung itu miliknya.

kalimat tidak efektif : Banyak juga yang mengira kalau dia itu seorang konglomerat.
kalimat efektif : Banyak juga yang mengira bahwa dia seorang konglomerat.

kalimat tidak efektif : Dia berhasil terhindar daripada kecelakaan itu.
kalimat efektif : Dia berhasil terhindar dari kecelakaan itu.

kalimat tidak efektif : Mereka mengumpulkan tugas itu di dosennya.
kalimat efektif : Mereka mengumpulkan tugas itu kepada dosennya.

kalimat tidak efektif : Rapat tadi dihadiri oleh pimpinan dan para staf-stafnya.
kalimat efektif : Rapat tadi dihadiri oleh pimpinan dan para stafnya.

kalimat tidak efektif : Mendingan bermain bola daripada tidur-tiduran.
kalimat efektif : Sebaiknya bermain bola daripada tidur-tiduran.







sumber       :  http://binakubinamu.blogspot.com/2011/03/kalimat-efektif-kalimat-efektif-ialah.html




nama               :  wina sari
npm                 :  282 10 524
kelas               :  3eb20

Kamis, 29 November 2012

TULISAN 10



Akuntansi manajemen

Akuntansi Manajemen atau Akuntansi Manajerial adalah sistem akuntansi yang berkaitan dengan ketentuan dan penggunaan informasi akuntansi untuk manajer atau manajemen dalam suatu organisasi dan untuk memberikan dasar kepada manajemen untuk membuat keputusan bisnis yang akan memungkinkan manajemen akan lebih siap dalam pengelolaan dan melakukan fungsi kontrol.

Berbeda dengan Informasi Akuntansi keuangan, Informasi Akuntansi manajemen adalah:

·         Dirancang dan dimaksukan untuk digunakan oleh pihak manajemen dalam organisasi sedangkan informasi Akuntansi keuangan dimaksudkan dan dirancang untuk pihak eksternal seperti kreditur dan para pemegang saham;
·         Biasanya rahasia dan digunakan oleh pihak manajemen dan bukan untuk laporan publik;
·         memandang ke depan, bukan sejarah;
·         Dihitung dengan mengacu pada kebutuhan manajer, sering menggunakan sistem informasi manajemen, bukan mengacu pada standar akuntansi keuangan.

Hal ini disebabkan karena penekanan yang berbeda: informasi akuntansi manajemen digunakan dalam sebuah organisasi, biasanya untuk pengambilan keputusan.

Definisi

Menurut Chartered Institute of Management Accountants (CIMA), akuntansi manajemen adalah "proses identifikasi, pengukuran, akumulasi, analisis, penyusunan, interpretasi, dan komunikasi informasi yang digunakan oleh manajemen untuk merencanakan, mengevaluasi dan pengendalian dalam suatu entitas dan untuk memastikan sesuai dan akuntabilitas penggunaan sumber daya tersebut. Akuntansi manajemen juga meliputi penyusunan laporan keuangan untuk kelompok non-manajemen seperti pemegang saham, kreditur, badan pengatur dan otoritas pajak "(Istilah resmi CIMA).

The American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) menyatakan bahwa akuntansi manajemen sebagai praktik meluas ke tiga bidang berikut:

·         Manajemen Strategi - Memajukan peran akuntan manajemen sebagai mitra strategis dalam organisasi.
·         Manajemen Kinerja - Mengembangkan praktik pengambilan keputusan bisnis dan mengelola kinerja organisasi.
·         Manajemen Risiko - Berkontribusi untuk membuat kerangka kerja dan praktik untuk mengidentifikasi, mengukur, mengelola dan melaporkan risiko untuk mencapai tujuan organisasi.

Chartered Institute of Management Accountants (CIMA) menyatakan bahwa "Seorang akuntan manajemen harus mampu menerapkan pengetahuan profesional dan keterampilannya dalam penyusunan dan penyajian informasi keputusan keuangan dan lainnya yang berorientasi sedemikian rupa untuk dapat membantu manajemen dalam merumusakan kebijakan, perencanaan dan pengendalian pelaksanaan pengoperasian. "Akuntan manajemen oleh karena itu dilihat sebagai "pencipta nilai" antara akuntan. Mereka jauh lebih tertarik melihat ke depan dan mengambil keputusan yang akan memengaruhi masa depan organisasi, daripada rekaman sejarah dan kepatuhan (menjaga nilai) aspek profesi. Pengetahuan dan pengalaman akuntansi manajemen dapat diperoleh dari berbagai bidang dan fungsi dalam suatu organisasi seperti manajemen informasi, perbendaharaan, audit efisiensi, pemasaran, penilaian, penetapan harga, logistik, dan lainnya.

Tradisional vs praktik inovatif

Pada akhir 1980-an, praktisi akuntansi dan para pendidik dikecam keras dengan alasan bahwa praktik akuntansi manajemen (dan, bahkan lebih dari itu, kurikulum yang diajarkan untuk mahasiswa akuntansi) hanya mengalami sedikit perubahan dibandingkan 60 tahun sebelumnya, meskipun telah terjadi perubahan radikal dalam lingkungan bisnis. Lembaga akuntansi profesional, mungkin takut bahwa akuntan manajemen akan semakin dilihat sebagai suatu yang tidak berguna dalam organisasi bisnis, sehingga kemudian dapat mencurahkan sumber daya untuk pengembangan keterampilan yang lebih inovatif ditetapkan untuk akuntan manajemen.

Perbedaan antara dan praktik akuntansi 'tradisional' dan 'inovatif' dapat diilustrasikan dengan mengacu pada teknik pengendalian biaya. Akuntansi biaya adalah metode sentral dalam akuntansi manajemen, dan secara tradisional, teknik utama akuntan manajemen adalah analisis varians, yang merupakan pendekatan sistematis untuk perbandingan biaya aktual dan dianggarkan dari bahan baku dan tenaga kerja yang digunakan selama periode produksi.

Sementara beberapa bentuk analisis varians masih digunakan oleh paling banyak perusahaan manufaktur, maka saat ini cenderung digunakan dalam hubungannya dengan teknik inovatif seperti analisis biaya siklus hidup dan kegiatan berbasis biaya, yang dirancang dengan aspek-aspek spesifik dari lingkungan bisnis modern yang perlu diketahui. Siklus hidup biaya mengakui bahwa kemampuan manajer untuk mempengaruhi biaya manufaktur suatu produk paling besar ketika produk masih pada tahap desain produk siklus hidup (yaitu, sebelum desain tersebut telah rampung dan produksi dimulai), karena perubahan kecil dengan desain produk dapat menyebabkan penghematan yang signifikan dalam biaya manufaktur produk. Biaya berdasarkan aktivitas (ABC) mengakui bahwa, di pabrik-pabrik modern, biaya manufaktur ditentukan oleh jumlah 'kegiatan' (misalnya, jumlah produksi berjalan per bulan, dan jumlah peralatan produksi waktu idle) dan bahwa kunci untuk pengendalian biaya yang efektif karena itu mengoptimalkan efisiensi dari kegiatan ini. Kegiatan berbasis akuntansi juga dikenal sebagai Penyebab dan Efek akuntansi.

Peran dalam korporasi

Konsisten dengan peran lain dalam korporasi saat ini, akuntan manajemen memiliki hubungan pelaporan ganda. Sebagai mitra strategis dan penyedia keputusan berdasarkan informasi keuangan dan operasional, akuntan manajemen bertanggung jawab untuk mengelola tim bisnis dan pada saat yang sama harus menyediakan semua hubungan antar laporan dan tanggung jawab untuk mengorganisasikan keuangan korporasi.

Kegiatan akuntan manajemen memberikan informasi bisnis termasuk peramalan dan perencanaan, melakukan analisis varians, mengkaji dan memantau biaya yang melekat dalam bisnis adalah orang yang memiliki akuntabilitas ganda untuk kedua tim keuangan dan bisnis.



Sumber            :  http://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi_Manajemen



Nama               :  wina sari
Npm                :  282 10 524
Kelas               :  3eb20

TULISAN 9



PEMERIKSAAN AKUNTANSI


Audit adalah pengumpulan bukti-bukti atas informasi untuk menentukan dan memperbaiki tingkat kesesuaian informasi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan. Kegiatan audit dilakukan oleh orang yang kompeten dan independen dan orang yang melakukan audit dinamakan auditor.
        
    Auditor berfungsi untuk membantu dan membuat rekomendasi yang memperbaiki keuntungan dengan cara memperkuat pendapatan atau mengurangi biaya termasuk pengurangan kesalahan dan memperbaiki kontrol operasional.
           
 Audit terhimpun dalam satu badan, yakni kantor akuntan publik. Berikut ini adalah aktivitas-aktivitas dalam kantor akuntan publik :
1.      Jasa akuntansi dan pembukuan

Dalam hal ini biasanya kebanyakan klien kecil dengan staff akuntansi yang terbatas menyandarkan diri pada kantor akuntan publik untuk mempersiapkan laporan keuangan mereka.
2.      Jasa perpajakan

Kantor akuntan publik juga memperhitungkan PPh perusahaan dan perseorangan bagi klien jasa audit maupun klien jasa non audit.
3.      Jasa konsultan manajemen

Kantor akuntan publik memberikan saran-saran sederhana kepada kliennya untuk meningkatkan sistem akuntansi klien dan saran dalam strategi pemasaran, instalasi komputer, serta konsultasi manfaat aktuaria.
 
Level dan tanggungjawab staf dalam kantor akuntan publik :

1.      Auditor pemula

Auditor pemula bagi auditor yang baru bekerja selama 2 tahun. Auditor ini bertugas sebagai pelaksana sebagian besar detik-detik awal.
2.      Senior

Senior merupakan auditor yang memimpin, mengkoordinasikan, bertanggungjawab, meriview, dan mengawasi pekerjaan auditor pemula. Senior ini auditor yang telah bekerja selama 2 hingga 5 tahun.
3.      Manajer

Seorang auditor yang membantu auditor senior dalam merencanakan, menglola audit, dan merivew pekerjaan auditor senior. Untuk mencapai seorang manajer, seorang auditor harus telah bekerja selama 5 hingga 10 tahun.
4.      Rekan

Rekan adalah auditor yang telah bekerja selama lebih dari 10 tahun. Rekan bertugas untuk merivew seluruh pekerjaan dan memutuskan keputusan audit yang penting dan rekan ini adalah pemilik perusahaan.







nama              :  wina sari
npm               :  282 10 524
kelas              :  3eb20

Rabu, 28 November 2012

TULISAN 8



AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA


AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA

Perusahaan Jasa adalah perusahaan yang kegiatannya menyediakan berbagai pelayanan kepada anggota masyarakat yang memerlukan. Beberapa contoh Bidang-Bidang dalam Usaha Jasa ialah:

a.       Transportasi : Perusahaan taksi dan bis, dan lain-lain.
b.      Komunikasi : Pengusaha wartel, penerbit surat kabar, dan lain-lain.
c.       Persewaan : Per sewa gedung pertemuan, alat-alat berat.
d.      Keahlian : Penjahit, salon kecantikan, dan lain-lain.e) Profesi : Notaris, Biro konsultan, dan lain-lain.

Perusahaan Jasa memiliki Ciri-Ciri sebagai berikut.

a.       Kegiatan usahanya selalu membantu orang lain / badan lain dengan menerima balas jasa.
b.      Pembelian barang oleh perusahaan jasa (bahan habis pakai / perlengkapan dan peralatan) tidak untuk diolah atau dijual kembali tetapi untuk memberikan pelayanan kepada pemakai jasa.
c.       Pendapatannya diperoleh dari penjualan jasa.
d.      Laba usaha diperoleh dari pendapatan jasa dikurangi dengan biaya-biaya usaha.

TAHAP – TAHAP SIKLUS AKUNTANSI

1.      Tahap Pencatatan

Siklus akuntansi dimulai dengan adanya suatu transaksi / kejadian yang harus dicatat. Tahap pencatatan meliputi pencatatan-pencatatan dalam bukti transaksi / bukti pembukuan, jurnal, dan buku besar.

a.       Transaksi, yaitu tindakan yang mengakibatkan perubahan aktiva / kewajiban dan ekuitas /modal yang berhubungan dengan pihak luar.
Contoh :
§  Pembelian barang, perlengkapan, dan peralatan
§  Penjualan barang atau jasa
§  Pembayaran utang usaha
§  Pembayaran beban sewa, gaji
§  Penerimaan pendapatan, piutang usaha

b.      Kejadian, yaitu tindakan yang terjadi di dalam perusahaan (transaksi intern).
Contoh :
§  Penyusutan aktiva tetap
§  Pemakaian perlengkapan
§  Pembentukan cadangan piutang tak tertagih

2.      Tahap Pengikhtisaran

a.       Memproses hasil pencatatan selama periode akuntansi dan menyesuaikannya dengan keadaan yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi.
b.      Tahap ini meliputi penyusunan neraca saldo, jurnal penyesuaian, penutupan buku besar, dan neraca sisa setelah penutupan.

3.      Tahap Pelaporan

a.       Penyusunan laporan keuangan yang bersumber dari hasil pengikhtisaran.
b.      Pembuatan laporan keuangan berdasarkan akun – akun buku besar.
c.       Laporan keuangan dapat disusun setelah membuat penyesuaian dan memasukkannya ke dalam akun buku besar atau setelah menyusun kertas kerja.

PENCATATAN DALAM BUKTI TRANSAKSI

Bukti Transaksi

Sumber bukti pencatatan dapat dibedakan menjadi :

1.   Bukti Intern, merupakan bukti pencatatan transaksi yang dilakukan di lingkungan perusahaan itu sendiri. Misalnya, memo pencatatan antarbagian atau manajer dengan bagian-bagian yang ada di perusahaan.

2.      Bukti Ekstern, adalah bukti pencatatan transaksi yang berhubungan dengan pihak di luar perusahaan.
a.       Faktur
Adalah bukti pembelian / penjualan barang secara kredit.
b.      Kuitansi
Adalah bukti penerimaan sejumlah uang yang ditandatangani oleh penerima uang dan diserahkan kepada yang membayar sejumlah uang tersebut.
c.       Nota Kontan
Adalah bukti atas pembelian sejumlah barang secara tunai.
d.      Nota Kredit
Adalah nota yang dibuat perusahaan sehubungan barang yang dijual tidak cocok dengan pesanan / rusak.
e.       Cek
Adalah surat perintah bayar kepada bank sebesar jumlah uang yang tercantum dalam cek tersebut kepada seseorang atau orang yang membawa cek tersebut.

Analisis Bukti Pencatatan
 
Setiap bukti transaksi yang akan dicatat ke dalam jurnal perlu dianalisis terlebih dahulu. Hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisis transaksi : 

a.       Tentukan pengaruh penambahan dan pengurangan harta, utang, modal, pendapatan, dan beban.
b.      Tentukan perkiraan apa saja yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut.
c.       Tentukan debet / kredit dari akun yang bersangkutan.
d.      Tentukan jumlah yang harus didebet / dikredit. 

Hal ini merupakan penerapan sistem pembukuan berpasangan, yaitu setiap transaksi yang terjadi akan dicatat dalam dua sisi, sehingga jelas pengaruhnya terhadap harta, utang, modal, pendapatan, dan biaya.
Prinsip utama sistem ini adalah setiap transaksi akan dicatat dengan mendebet / mengkredit dari satu unit atau lebih dengan jumlah yang sama.

Jurnal

Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urutan waktu) dengan menunjukkan akun yang harus didebet dan dikredit beserta jumlahnya masing-masing.
Jurnal merupakan catatan pertama setelah adanya bukti transaksi sebelum dilakukan pencatatan dalam buku besar, sehingga jurnal sering dikatakan sebagai “the book of original entry”.

Buku Besar

Buku besar merupakan hasil dari analisis transaksi setelah jurnal. Buku besar adalah kumpulan dari akun – akun yang saling berhubungan dan merupakan suatu kesatuan, misalnya pada semua akun yang digunakan dalam pembukuan sebuah perusahaan.

JURNAL UMUM

a.     Pengertian Jurnal Umum

Jurnal umum adalah buku untuk mencatat analisis tiap transaksi secara kronologis atau beraturan sesuai dengan tanggal kejadian. Jurnal umum perlu dibuat untuk menjaga keseimbangan perkiraan didalam buku besar, serta untuk menghindari terjadinya kesalahan didalam mendebit dan mengkredit perkiraan-perkiraan.

b.     Prosedur Jurnal Umum

Prosedur jurnal umum dibagi atac beberapa macam:

a. Setiap lembar jurnal harus diberi nomor halaman untuk memudahkan penelusuran transaksi dari perkiraan ke jurnal.
b. Tahun pembuatan jurnal harus dicantumkan pada awal lembar jurnal sebelah kiri atas.
c. Tanggal dan bulan dicatat pada kolom “ Tanggal “ dan harus berurutan sesuai dengan transaksinya.
d. Perkiraan yang didebit ditulis menepi kekiri pada kolom uraian.
e. Perkiraan yang dikredit ditulis menepi kekanan pada kolom uraian.
f. Jumlah yang didebet ditulis pada kolom debit.
g. Jumlah yang dikredit ditulis pada kolom kredit.
h. Untuk setiap jurnal dibuat garis penutup yang memisahkannya dengan jurnal lain.
i. Kolom referensi akan berguna sebagai referensi silang.


Posting

Setelah pencatatan kedalam jurnal selesai, maka tahap selanjutnya adalah memindahkan catatan yang terdapat dalam jurnal kebuku besar. Pemindahan catatan dari jurnak kebuku besar ini disebut Posting.

Kegiatan posting memerlukan 4tahap, yaitu:

1.      Pembuatan rekapitulasi jurnal
2.      Penyortasian rekening yang akan diisi dengan data rekapitulasi
3.      Pencatatan data rekapitulasi dalam rekening yang bersangkutan.
4.      Pengembalian rekening terhadap arsip pada urutannya semula.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pemindahbukuan kebuku besar adalah sebagai berikut.

a.       Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal kelajur akun yang bersangkutan.
b.      Pindahkan jumlah debet atau kredit yang ada dalam jurnal kelajur debet atau kredit akun yang bersangkutan.Jika menggunakan bentuk akun yang ada kolom sisanya maka langsung dihitung sisanya.
c.       Catat nomor kode akun kedalam kolom referensi jurnal sebagi tanda jumlah jurnal telah dipindahkan kebuku besar.
d.      Catat nomor halaman jurnal kedalam kolom referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.
e.       Penjelasan singkat dalam kolom “keterangan” dapat dipindahkan kekolom yang sama diperkiraan.Kebanyakan penjelasan ini diabaikan. .

Neraca Saldo
 
Adalah semua transaksi yang terjadi selama periode berjalan diposting yang berguna untuk memverivikasikan bahwa saldo debit dan saldo kredit jumlahnya sama dan saldo rekening yang ada diambil langsung dari saldo rekening buku besar yang belum dilakukan penyesuaian.


Sumber                :  http://suciyellow.blogspot.com/2009/11/akuntansi-perusahaan-jasa.html


nama                    :  wina sari
npm                      :  282 10 524
kelas                     :  3eb20