kata mutiara

" Saat anda tulus mencinta, anda senantiasa mencintainya walau sudah berpisah. bila tidak, anda memanglah dari awal tidak mencintainya."

Jumat, 27 September 2013

PENDAHULUAN ETIKA SEBAGAI TINJAUAN



 Pengertian Etika

Etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan. Sedangkan pengertian etiket adalah suatu sikap seperti sopan santun atau aturan lainnya yang mengatur hubungan antara kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan. Banyak masyarakat yang berpendapat, orang yang beretiket belum tentu memiliki etika karena etiket dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitar kita. Contohnya, pejabat daerah yang memberikan sumbangan kepada anak yatim dan janda-janda hanya karena ingin memiliki pencitraan yang baik di lingkungannya.

Dalam perkembangannya, masyarakat banyak yang berpendapat makna atau pengertian etika dan moral adalah sama. Namun ada hal-hal yang perlu diperhatikan adanya suatu nuansa dalam konsep dan pengertian moral dan etika di mana moralitas biasanya dikaitkan dengan sistem nilai tentang bagaimana kita harus hidup secara baik sebagai manusia. Sistem nilai ini terkandung dalam ajaran berbentuk petuah-petuah, nasihat, wejangan, serta peraturan yang diwariskan secara turun-temurun melalui agama atau kebudayaan tertentu tentang bagaimana manusia dapat hidup secara baik.

Berbeda dengan moralitas, etika perlu dipahami sebagai sebuah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam kehidupannya. Nilai adalah sesuatu yang berguna bagi seseorang atau kelompok orang dan karena itu orang atau kelompok itu selalu berusaha untuk mencapainya karena pencapaiannya sangat memberi makna kepada diri serta seluruh hidupnya. Sedangkan pengertian norma adalah aturan atau kaidah dan perilaku dan tindakan manusia.

Sebagai cabang filsafat, etika sangat menekankan pendekatan yang kritis dalam melihat nilai dan norma moral tersebut serta permasalahan-permasalahan yang timbul dalam kaitan dengan nilai dan norma-norma yang ada. Etika dapat kita dijadikan sebagai sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujudnya dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok.

Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu kita sebagai manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.

Dengan demikian, maka dapat dikatakan bahwa etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran. Yang memberi kita norma tentang bagaimana kita harus hidup adalah moralitas. Sedangkan etika justru melakukan refleksi kritis atau norma atau ajaran moral tertentu. Atau dapat juga dikatakan bahwa moralitas adalah petunjuk konkret yang siap pakai tentang bagaimana kita harus hidup. Sedangkan etika adalah perwujudan secara kritis dan rasional ajaran moral yang siap pakai itu. Keduanya mempunyai fungsi yang sama, yaitu memberi kita orientasi bagaimana dan kemana kita harus melangkah dalam hidup ini.

Prinsip-prinsip Etika

Etika memiliki prinsip – prinsip yang mendasari etika sebagai ilmu yang mengajarkan nilai-nilai kebenaran. Prinsip – prinsip etika tersebut adalah :

1.      Prinsip Keindahan
Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja.
2.      Prinsip Persamaan
Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.
3.      Prinsip Kebaikan
Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sesungguhnya bertujuan untuk menciptakan kebaikan bagi masyarakat.
4.      Prinsip Keadilan
Pengertian keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.
5.      Prinsip Kebebasan
Kebebasan dapat diartikan sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain. Oleh karena itu, setiap kebebasan harus diikuti dengan tanggung jawab sehingga manusia tidak melakukan tindakan yang semena-mena kepada orang lain. Untuk itu kebebasan individu disini diartikan sebagai:
·           kemampuan untuk berbuat sesuatu atau menentukan pilihan
·           kemampuan yang memungkinkan manusia untuk melaksana-kan pilihannya tersebut
·           kemampuan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
6.      Prinsip Kebenaran
Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat. Tidak setiap kebenaran dapat diterima sebagai suatu kebenaran apabila belum dapat dibuktikan.

Semua prinsip yang telah diuraikan itu merupakan prasyarat dasar dalam pengembangan nilai-nilai etika atau kode etik dalam hubungan antarindividu, individu dengan masyarakat, dengan pemerintah, dan sebagainya. Etika yang disusun sebagai aturan hukum yang akan mengatur kehidupan manusia, masyarakat, organisasi, instansi pemerintah, dan pegawai harus benar-benar dapat menjamin terciptanya keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran bagi setiap orang.

Basis Teori Etika

a.      Etika Teleologi
dari kata Yunani,  telos = tujuan, 
Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.
Dua aliran etika teleologi  : Egoisme Etis dan Utilitarianisme 

b.      Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban.
‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang’.
Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban.
Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.

c.       Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku.
Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama.
Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.

d.      Teori Keutamaan (Virtue)
memandang  sikap atau akhlak seseorang.
Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya.
Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut : disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah  laku baik secara moral.
Contoh keutamaan :
a.       Kebijaksanaan
b.      Keadilan
c.       Suka bekerja keras
d.      Hidup yang baik

Egoism atau Egoisme

Kata egoisme merupakan istilah yang berasal dari bahasa Latin yakni ego, yang berasal dari kata Yunani kuno yang masih digunakan dalam bahasa Yunani modern yang berarti diri atau saya, dan kata isme, digunakan untuk menunjukkan sistem kepercayaannya.

Egoisme adalah cara untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang menguntungkan bagi dirinya sendiri, dan umumnya memiliki pendapat untuk meningkatkan citra pribadi seseorang dan pentingnya intelektual, fisik, sosial dan lainnya. Egoisme ini tidak memandang kepedulian terhadap orang lain maupun orang banyak pada umumnya dan hanya memikirkan diri sendiri

Egois memiliki rasa yang luar biasa dari sentralitas dari aku adalah. Kualitas pribadi mereka egotisme berarti menempatkan diri pada inti dunia seseorang tanpa kepedulian terhadap orang lain, termasuk yang dicintai atau dianggap sebagai dekat. Teori egoisme berprinsip bahwa setiap orang harus bersifat keakuan, yaitu melakukan sesuatu yang bertujuan memberikan manfaat kepada diri sendiri. Selain itu, setiap perbuatan yang memberikan keuntungan merupakan perbuatan yang baik dan satu perbuatan yang buruk jika merugikan diri sendiri.

Egoisme juga merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat. Hal ini berkaitan erat dengan narsisme, atau mencintai diri sendiri, dan kecenderungan mungkin untuk berbicara atau menulis tentang diri sendiri dengan rasa sombong dan panjang lebar. Egoisme dapat hidup berdampingan dengan kepentingannya sendiri, bahkan pada saat penolakan orang lain.



nama         :  wina sari
npm          :  28210524
kelas         :  4EB20 




Sumber :




Selasa, 25 Juni 2013

POOR CULTURE Dating TEENAGE

How sad to see it not, in public places in the afternoon at 15.00 pm on October 10, 2012 me and my friends want to enjoy the atmosphere Jakabaring center and just want to take pictures as a result we get is the number of young men and women who are dating in advance common to do things that are not fair and not appealing to the eye such as hugging, holding hands, even so, we should be able to enjoy the beautiful Jakabaring center but instead we get busy with a look at who is not worthy to be seen, while in a trance begitujuga musi or also known as TM freshmen and sophomores do not look good for the cuddle.

Dating, courtsip, or better known as courtship is a normal thing experienced in adolescence. Most teens are condemned to a phase where they will develop a love relationship with the opposite sex. Some people will experience dating relationships even more than once. Courtship can be defined as a relationship between two individuals who made an agreement which consists of commitment, intimacy, passion, dating relationships are the foundation of the journey towards marriage. The purpose of dating is to find themselves and find a partner who is really right for him and would become his life partner

But the difference at this point, for most of the teenagers dating was considered a regular thing or is considered as a lifestyle. If not going out, he was not considered slang and did not sell.

Styles vary each pair to express their love and affection towards your partner. Most who dared to simply express affection or words with the term rag, some are already daring hold-grip hand. There are even more extreme is not reluctant to cuddle, then propagates further by kissing. Naturally, if the action had been considered already too reasonable.

whereas Indonesian society has customs. This happens because foreign cultures are negative already inflamed among teenagers for example using revealing clothes genitalia, dating is extreme, and so on, it can happen because of ignorance of the public about the environment and even the lack of supervision and parental education on children their children so that they dare to dating that is extreme.

Of the opinion of the majority opinion of people if dating today've not reasonable anymore. Moreover, many events are now courting are already past the normal limits. "According to my dating style today do not think about the negative impact that thinking is only in their moment of pleasure," said Melly (18) Mahasiswai IAIN Journalism majors. Nia differ with the opinion of the Department IAIN journalism student found "dating style is too over the limit today, still hold small-aja udah handrails lah, lah arms, which certainly does not fit the norms of religion and customs, it should not need to lebay like that , if it comes to nothing because the act of courtship, what can I say,? and you want responsibility?? Still snot-nosed kids already wrote ngurusin household, even going out because I think people love each other that's nonsense, especially the children still in school and still inexperienced. The point people are dating each other it is not love but lust alone "said Nia clear

But it's not all going to be negative as well which were dictated by Frescha daughter Andini (18) student of IAIN Department of Islamic Economics (EKI) that courtship is much that is positive as well really like going out can help us in lessons, especially if our boyfriends who smart, courtship can make take care of each other, dating to solve the problem, let alone kalu he's filled with the solution. But depending on each of us personally want to do dating culture that is negative or positive "said Frescha clear.

There are also some tips for safe dating such as:
1.     Never berduan in the dark, because in the dark can be invited to do the things that are not good
2.     Parents need to know who we are boyfriend and her origins, so that parents do not worry when we go out with him
3.     Avoid dating until late at night, because it is not a good thing when dating until late at night
4.     Open with each other, sharing each other and feelings in an open, honest, willing to come clean with how we feel about the behavior of a boyfriend. Ready to accept criticism and compromise.
5.     Avoid to always be alone, because going to be a gap of Satan to influence us to sin, reproach sedit any, would make the devil go to make us sin

But it all depends on each of us personally as well as the proverb says: "Do not be serupah in this world, but be transformed by the renewing of yourself, so that you can distinguish Which will of God, what is good, pleasing to God and those perfect".

From here it is expected that Make courtship culture that is positiif, in order to slowly change the mindset of young people in the act, even though we know in this modern era, many foreign cultures are negative and positive, so take this outside culture that is positive and remains firm in our own culture in order to be a young man who has an understanding of foreign cultures and the culture of its own, as well as care for life and producing youthful quality.








Kamis, 23 Mei 2013

EXSPRESION OF INTERJECTION

Nama               :  Wina Sari
Npm                :  282 10 524
Kelas               :  3EB20


 
Picture 1


Picture 2


 Picture 3


 Picture 4


 Picture 5


 Picture 6


 Picture 7


 Picture 8


 Picture 9

Selasa, 23 April 2013

TUGAS 2

SIMPLE PRESENT


I woke up at 5:00, and I went to the bathroom to take ablution and then I prayed Fajr. After that I cleaned my bedroom, and sweep the floor and yard. After that I helped mom cooking in the kitchen to prepare breakfast and then I showered and dressed neatly. And I had breakfast with my family then I went to college. I started college at 7:30 to 16:00.

After me and the family breakfast. I immediately left the campus with my boyfriend at 07.00. We reached the campus at 07.30. Our campus Arriving soon entered our classroom. Our class learned English together with friends. My english lecturer is Martalena mother. Schedule subject English 7:30 to 8:30 pm. I was with my friends studying in earnest. after learning English. The second lesson to begin and professors come to class. We learn from 09:30 to 11:30 o'clock. in my class is very conducive. And we also learn the discipline. In the second lesson professors give lectures to our task. After lecturers give assignments. The lesson was over.

Time pointed at 11.30 and we get some rest. There is eating, talking, joking and playing laptop. We rested a long time about 3 hours. From 11:30 to 14:30 o'clock. after we all rested. We all start the next lesson and faculty arrive on time. Several hours later the lesson is completed. And I hurried back home with my boyfriend.

Senin, 11 Maret 2013

CONTOH KALIMAT TENSES


Simple Present Tense

Dalam bahasa Inggris Present Tense atau Simple Present Tense digunakan untuk menyatakan peristiwa atau kejadian, kegiatan, aktivitas dan sebagainya yang terjadi saat ini. Present Tense juga digunakan untuk menyatakan suatu Fakta, atau sesuatu yang terjadi berulang-ulang dimasa KINI. Ingat,PRESENT artinya adalah kini, sekarang.

Rumus :  
Subject + to be + verb I + Main verb
Subject + verbI +(s/es)

Examples         :
(+)       A postman delivers letters.
(-)        A Postman do not delivers letters.
(?)        Does Postman delivers letters?

(+)       I drink coffee
(-)        I do not drink coffee.
(?)        Do you drink cofee?

(+)       She likes eating out.
(-)        She doesn’t like eating out.
(?)        Does she like eating out?


Present Continuos Tense

Present Continuous Tense digunakan untuk menyatakan suatu yang sedang terjadi saat ini, sedang berlangsung saat ini

Rumus :   
Subject + to be ( I, am, are) + kata kerja + ing

Examples :
(+)       We are studying English
(-)        We are not studying English.
(?)        Are you studying English?

(+)       I am writing now
(-)        I am not writing now
(?)        Are you writing now?

(+)       She is waiting for you.
(-)        She is not waiting for you.
(?)        Is she waiting for you?


Simple Past Tense

Simple past tense adalah suatu bentuk kata kerja sederhana untuk menunjukkan bahwa suatu kejadian pernah terjadi maupun merupakan kebiasaan dimasa lampau.

Rumus :
 Subject + past tense + verb 2

Examples         :
(+)       The girl eat much ice cream this morning
(-)        The girl didn’t eat much ice cream this morning
(?)        Did she eat much ice cream this morning?

(+)       The hunter shot the bear.
(-)        The hunter didn’t shoot the bear.
(?)        Did the hunter shoot the bear?

(+)       I washed the car last Sunday.
(-)        I didn’t wash the car last Sunday.
(?)        Did you wash the car last Sunday?


Present Perfect Tense

Present Perfect Tense adalah bentuk waktu yang digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan, keadaan atau peristiwa yang terjadi di masa lampau. Dan pada saat berbicara kegiatan/perbuatan tersebut telah selesai dilakukan.

Rumus :
subject + have + past participle (Kata Kerja Bentuk ke-3)

Examples :
(+)       You have told me before.
 (-)       You have not told me about it.
(?)        Have you told me before?

(+)       She has been here for 4 hours
(-)        She has not been here for 4 hours
(?)        Has she been here for 4 hours?

(+)       I have lived here for 2 years.
(-)        I have not lived here for 2 years.
(?)        Have you lived here for 2 years?


Simple Future Tense

Simple future tense ialah suatu bentuk kata kerja yang digunakan untuk menyatakan aksi di masa depan dengan atau tanpa rencana.

Rumus :
Subject + will/shall + kata kerja bentuk 1

Examples         :
(+)       He will speaks English well soon
(-)        He will not speaks English well soon
(?)        Will  he speaks English well soon?

(+)       They will go home soon.
(-)        They will not go home soon.
(?)        Will they go home soon?

(+)       She will be here tomorrow.
(-)        She won’t be here tomorrow.
(?)        Will she be here tomorrow?